Rabu, 10 Februari 2016

epilog

menyaksikan kilas balik lembar demi lembar masa lalumu. aku duduk dengan secangkir teh tarik didalamnya. kau ceritakan kenangan pilu yang dingin bersama dinginnya malam ketika hujan pergi. aku tak dapat berkata,jantngku berdebar merasuki ceritamu. seketika pikiranku terbang berpencar arah membuat blir-bulir merapatkan barisan siap meluncur kepipi. segera ku tata ruang yang tersisa agar bulir ini tak jadi mendarat. lantas kau mengerti aku sudah ikut masuk kedalam ceritamu. cukup enyahkan pikiranku kau pandai bubarkan prajurit air mata yang siap meluncur. aku tau ada kesedihan dimatamu. tapi kau kuat dengan harapan yang tersisa. kau kuat dengan tanggung jawab dipundakmu.
sebentar saja aku lekas memohon pada Allah, aku ingin bahagiakanmu. aku ingin ganti segala kesedihanmu. aku tak ingin beri arti kehilangan lagi untukmu. aku ingin temani perjlananmu. membantumu menemukan jalan hingga sampai tujuan dan kembali pulang.

tentang seseorang

kala itu, aku berjalan ditepian pantai. ku kenali pria tangguh kadang rapuh. dia lebih muda dariku. tapi pradigmanya selalu lebih tinggi dari aku. kadang aku malu dibuatnya. dia selalu lebih dewasa dibanding aku. dan seringnya aku lebih kekanak-kanakan dari dia. 
hari ini dengan waktu berputar disampingku.. aku lagi lagi mencintai dia dengan segala kedewasaan yang dia punya. 
untuk pertama kalinya, selama 3bulan aku merasuki hidupnya, aku nyaris bersikap bodoh. namun aku gak mau salah lagi. dengan segala emosi yang ada. lekas aku perbaiki semua yang salah. 
aku sadar, aku tak harus begini. aku menyayanginya.. akan ku korbankan egoku demi dia bahagia.. aku sungguh tak dapat kehilangan dia. akan ku luangkan segala waktuku untuk menemaninya..

kepada sebuah nama

mencintai adalah perasaan yang paling indah yang aku miliki. namun dicintai adalah anugrah terbahagia yang tuhan beri untukku. 
termasuk keberuntunganku adalah mencintaimu, dan dicintai olehmu. yang susah menjadi romantis karena aku tuntut. padahal akupun tak begitu suka diromantisi. perasaan ini terbungkus manis dalam lembar-lembar harapan. harapan untuk selalu bersama. 
tak dapat ku jabar bagaimana perasaan ini kepadamu. yang aku tau, aku mencintaimu dengan sederhana. sesederhana caramu mencintaiku, sesederhana caramu membahagiakanku, sesederhana cinta yang terbendung dan siap meluap. 
aku mencintaimu, semoga tak salah langah. tetaplah mn jadi kamu yang sperti ini. jangan berubah lagi karena aku kerap menuntut. aku cinta kau saat ini lebih dari cintaku yang kemarin. jadi, tetaplah pada posisimu dan aku pada posisiku. lalu kita sama sama rajut benang ini menjadi apapun yang akan bermanfaat.

bukannya aku

ada ragu menyapa. aku takut cinta hanya sebuah kata untuk meyakinkan. padahal, kita tau itu rapuh. ada rindu yang terlontarkan. aku takut rindu hanya sebuah ilusi kehampaan. padahal, kita tau rindu tak nyata. ada janji yang terucapkan. aku takut itu hanya omongan sebuah permulaan yang kemudian hancur. aku takut dengan banyak hal. maka dibuatlah perjanjian konyol demi meyakinkanku. egois? tidak. aku pikir tidak. mungkin ini lebih baik diutarakan dari pada aku diam. merasa semua baik-baik saja padahal tidak. 
maafkan aku jika kamu merasa terkorbankan, aku menyebutnya trauma masa lalu. terhianati berkali-kali membuatku takut. bukannya tak percaya hanya wasapada. kalau kalau akan terluka untuk kesekian kalinya.
sebab, cinta bukan untuk mainan. sebab, orang bilang aku akan menjadi wanita beruntung karena dicintai banyak. sekaligus menjadi wanita termalang karena tersakiti oleh banyak pula. 
aku mencintaimu dengan segala kehawatiran dibelakangnya..

cerita sang bunga pada pemilik

aku adalah bunga yang kau pandang tiap hari. sirami aku agar tidak layu, berilah pupuk sesekali agar warnanya tetap cantik. 
kau adalah pemilik jiwaku, jika kau pergi, layulah aku. jika kau hilang matilah aku.
kau tercipta untuk membuatku tetap hidup. kau tercipta untuk melengkapi aku..

ngobrol tipis

Ada yg lucu, kemudian aku anggap sebagai keseriusan yg dibercandakan. 
Begini, seseorang bertanya padaku malam ini. “Mengapa kamu kuliah dimalang sedangkan bandung lebih enak?” Lantas aku jawab “tak perlu kebandung untuk mencarinya. Aku sudah memiliki Bandung-ku sendiri” lalu orang itu bertanya lagi “tapi kan bandung lebih indah dari pada disini” kemudian ku jawab dengan pasti “dia adalah keindahan yg selalu aku rindukan setiap harinya. Aku tak butuh apa pun lagi untuk menggantikan itu” . Lalu orang itu terdiam seraya mengangguk meng-iya-kan omonganku. Lalu nyeletuk dia pecah lamunan indahku “ beruntungnya dia karena bersamamu” cepat ku jawab “ aku pin beruntung bersamanya setelah lama kami pendam rasa

Rindu

Menyikapi rasa yang muncul 2 tahun silam. Terhap mu. 
Aku bahagia kini, akan ku sombongkan pada dunia bahwa cinta 2 tahun lalu, bersemi kembali. 
Ada kata yang sulit ku rangkai menggambarkan rasa ini. Kamu begitu mempesonaku. 
Setiap tawa ketulusan yang hadir saat semua ceritaku tumpah dengan renyah, walau tak jarang alot. Aku cinta.
Lalu kemarin, ada sesak di dada. Entah apa. Aku bingung menanganinya. Lantas ku ceritakan gundah padamu. Cepat kau hadir temani gundah. Kemudian, aku tau. Sakit ini timbul karna merindu.